//Forever Imperfect



Janji itu bullshit

"Saya berjanji tidak akan ada orang lain"
 Ini adalah salah satu janji pertama yang sering diungkapkan oleh lelaki dan wanita saat memulakan hubungan. Mungkin ada sebagian yang tetap teguh dengan janjinya, tapi ada sedikit juga yang melupakan janjinya. Saat ada kehadiran orang ketiga semuanya musnah, selain berakhirnya sebuah hubungan, pelanggaran ini juga dapat memutuskan tali persahabatan.

"Aku berjanji akan melakukan apa pun seperti yang kamu inginkan"
 Apakah anda yakin kalau pasangan anda dapat memenuhi semua keingginan anda. Ini adalah janji palsu yang membuat pasangan satu sama lain kehilangan kepercayaan. Anda akan merasa seperti mengatur pasangan anda sendiri. Selain itu, aturan yang anda buat untuk mengubah pasangan menjadi seperti yang anda inginkan membuat anda jatuh cinta pada bayangan. Anda tidak akan dapat merasakan wujud dan perasaan asli pasangan anda.

 "Saya berjanji tidak akan mengulanginya kembali"
Ketika anda bertengkar dengan pasangan, anda akan berkata: “Saya berjanji tidak akan mengulanginya kembali.” Namun, untuk beberapa minggu akan datang mungkin anda dapat memegang janji, tetapi tidak dengan seterusnya. Kesalahan berasal dari sifat seseorang, dan sulit rasanya untuk mengubah sifat yang telah melekat dan sebati. Kesalahan yang sama hanya akan membuat pasangan marah. Jadi, lebih baik Anda mencuba menjadi yang terbaik tanpa harus mengungkapkan kata “janji”.

 Cinta adalah janji, janji di hati. Cinta juga indah, indahkan perasaan. Cinta itu pasti dan tidak pernah hilang, jadi belajar lah untuk cintai diri sendiri.

Janji hanya sebahagian dari kata-kata, ia boleh di ubah dan juga di lupakan. Aku si penerima janji memang akan sentiasa pegang dengan setiap janji yang di ucapkan. Tapi baru sekarang aku sedar setiap janji itu ada bullshitnya, lagi- lagi dari janji seorang lelaki. Sedar lah wanita, kasihankan lah diri anda, sudah-sudah la hidup dengan bermakan janji palsu. Janji itu memang manis, tapi apabila janji hanya tinggal janji, hati sendiri yang sakit, terluka. Buat apa lah kita merayu meratap untuk janji-janji yang sememangnya hanya sebahagian dari kata-kata itu, apatah lagi kepada si penjanji. Pergi lah kau melupakan segala janji palsu itu, buktikan lah kau seorang manusia yang boleh hidup tanpa janji seorang lelaki.

Older Post | Newer Post